<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Just BasiC</title>
	<atom:link href="http://ahsyar.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ahsyar.wordpress.com</link>
	<description>Your confidence it&#039;s my pride</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Jan 2012 00:04:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ahsyar.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Just BasiC</title>
		<link>http://ahsyar.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ahsyar.wordpress.com/osd.xml" title="Just BasiC" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ahsyar.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Duka tidak dirasa</title>
		<link>http://ahsyar.wordpress.com/2012/01/02/duka-tidak-dirasa/</link>
		<comments>http://ahsyar.wordpress.com/2012/01/02/duka-tidak-dirasa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 00:03:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahsyar</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://ahsyar.wordpress.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Dua tahun lebih terbuang waktu Berkhayal dalam harapan Tanpa rasa jenuh Walau tiap detik sesakkan nafas Bagaimana hati ini tetap yakin Sementara mungkin itu mulai tertutup Aku simpan kenangan Bebagai bukti betapa berartinya&#8230; Lelah kan menghilang Marah kan terpendam Bila duka tidak dirasa Itulah Bahagia..<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahsyar.wordpress.com&amp;blog=926159&amp;post=60&amp;subd=ahsyar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dua tahun lebih terbuang waktu<br />
Berkhayal dalam harapan<br />
Tanpa rasa jenuh<br />
Walau tiap detik sesakkan nafas</p>
<p>Bagaimana hati ini tetap yakin<br />
Sementara mungkin itu mulai tertutup</p>
<p>Aku simpan kenangan<br />
Bebagai bukti betapa berartinya&#8230;</p>
<p>Lelah kan menghilang<br />
Marah kan terpendam<br />
Bila duka tidak dirasa<br />
Itulah Bahagia..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahsyar.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahsyar.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahsyar.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahsyar.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahsyar.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahsyar.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahsyar.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahsyar.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahsyar.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahsyar.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahsyar.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahsyar.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahsyar.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahsyar.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahsyar.wordpress.com&amp;blog=926159&amp;post=60&amp;subd=ahsyar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahsyar.wordpress.com/2012/01/02/duka-tidak-dirasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/916205503b992e6ea8b95afd37004042?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahsyar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>karakteristik filsafat</title>
		<link>http://ahsyar.wordpress.com/2010/09/01/karakteristik-filsafat/</link>
		<comments>http://ahsyar.wordpress.com/2010/09/01/karakteristik-filsafat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 04:33:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahsyar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Social notes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahsyar.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[BAB I PENDAHULUAN Filsafat adalah studi yang mempelajari seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia kritis. Filsafat adalah induk ilmu pengetahuan. Filsafat disebut dengan induk ilmu pengetahuan karena memang filsafatlah yang telah melahirkan segala ilmu pengetahuan yang ada. Kehadirannya yang terus menerus di sepanjang peradaban manusia telah memberi kesaksian yang meyakinkan tentang betapa pentingnya filsafat bagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahsyar.wordpress.com&amp;blog=926159&amp;post=34&amp;subd=ahsyar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">BAB I</p>
<p style="text-align:center;">PENDAHULUAN</p>
<p>Filsafat adalah studi yang mempelajari seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia kritis. Filsafat adalah induk ilmu pengetahuan. Filsafat disebut dengan induk ilmu pengetahuan karena memang filsafatlah yang telah melahirkan segala ilmu pengetahuan yang ada. Kehadirannya yang terus menerus di sepanjang peradaban manusia telah memberi kesaksian yang meyakinkan tentang betapa pentingnya filsafat bagi manusia.</p>
<p>Filsafat disebut sebagai suatu ilmu pengetahuan yang bersifat eksistensial, artinya sangat erat hubungannya dengan kehidupan kita sehari-hari. Bahkan justru filsafatlah yang jadi motor penggerak kehidupan kita sehari-hari baik sebagai manusia pribadi maupun sebagai manusia kolektif dalam bentuk sesuatu masyarakat atau bangsa.<span id="more-34"></span></p>
<p>Untuk itu sebagai manusia yang haus akan mencari kebenaran, perlu bahwasannya untuk mengetahui lebih jelas tentang filsafat. Berikut adalah pembahasan mengenai ciri-ciri filsafat dan pembagiannya. Bagaimanakah sifat filsafat itu sebenarnya, dan apa yang menjadi ciri umum dalam filsafat. Dalam pembahasan kali ini dimohonkan agar pembaca mengetahui tentang berapa pentingnya belajar filsafat dan mengetahui bagaimanakah filsafat itu sebenarnya yang dijelaskan menrut ciri-cirinya dan beberapa pembagiannya.</p>
<p style="text-align:center;">BAB II</p>
<p style="text-align:center;">PEMBAHASAN</p>
<p>A. Karakteristik Filsafat</p>
<p>Berfilsafat adalah berfikir, namun tidak semua berfikir adalah berfilsafat. Berfikir filsafat mempunyai karakteristik atau ciri-ciri khusus. Bermacam-macam buku menjelaskan cirri-ciri berfikir filsafat dengan bermacam-macam pula. Tidak lain diantaranya akan dijelaskan sebagai berikut.</p>
<p>1. Konsepsional</p>
<p>Perenungan filsafat berusaha untuk menyusun suatu bagian konsepsional. Konsepsi (rencana) merupakan hasil generalisasi dan abstraksi dari pengalaman tentang hal-hal serta proses-proses satu demi satu.[1]</p>
<p>Filsafat merupakan pemikiran tentang hal-hal serta proses dalam hubungan umum. Diantara proses-proses yang dibicarakan ini dalam pemikiran itu sendiri.</p>
<p>2. Koheren</p>
<p>Perenungan kefilsafatan berusaha untuk menyusun suatu bagan yang koheren yang konsepsional[2]. Secara singkat istilah kohern ialah runtut. Bagan konsepsional yang merupakan hasil perenungan kefilsafatan haruslah bersifat runtut.</p>
<p>Dalam arti lain koheren bisa juga dikatakan berfikir sistematis, artinya berfikir logis, yang bergerak selangkah demi selangkah dengan penuh kesadaran. Dengan urutan yang bertanggung jawab dan saling hubungan yang teratur.[3] Secara singkat, kohern berarti berfilsafat yang berusaha menyusun suatu bagan secara runtut</p>
<p>3. Memuburu kebenaran</p>
<p>Filsuf adalah pemburu kebenaran, kebenaran yang diburunya adalah kebenaran hakiki tentang seluruh realitas dan setiap hal yang dapat dipersoalkan. Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwa berfilsafat berarti memburu kebenaran tentang segala sesuatu.[4]</p>
<p>Kebenaran filsafat tidak pernah bersifat mutlak dan final, melainkan terus bergerak dari suatu kebenaran menuju kebenaran baru yang lebih pasti. Kebenaran yang baru ditemukan itu juga terbuka untuk dipersoalkan kembali demi menemukan kebenaran yang lebih meyakinkan.</p>
<p>4. Radikal</p>
<p>Berfilsafat berarti berfikir radikal. Filsuf adalah pemikir yang radikal. Karena berfikir secara radikal, ia tidak akan pernah berhenti hanya pada suatu wujud realitas tertentu. Keradikalan berfikirnya itu akan senantiasa mengobarkan hasratnya untuk menemukan realitas seluruh kenyataan, berarti dirinya sendiri sebagai suatu realitas telah termasuk ke dalamnya sehingga ia pun berupaya untuk mencapai akar pengetahuan tentang dirinya sendiri.[5] .</p>
<p>Telah jelas bahwa artinya berfikir radikal bisa diartikan berfikir sampai ke akar-akarnya, tidak tanggung-tanggung, sampai kepada konsekuensinya yang terakhir. Berfikir itu tidak setengah-setengah, tidak berhenti di jalan tetap terus sampai ke ujungnya.</p>
<p>Berfikir radikal tidak berarti hendak mengubah, membuang atau menjungkirbalikkkan segala sesuatu, melainkan dalam arti sebenarnya, yaitu berfikir secara mendalam. Untuk mencapai akar persoalan yang dipermasalahkan. Berfikir radikal justru hendak memperjelas realitas.</p>
<p>5. Rasional</p>
<p>Perenungan kefilsafatan berusaha menyusun suatu bahan konsepsional yang bersifat rasional.[6] Yang dimaksudkan dengan bagan konsepsionl yang bersifat rasional ialah bagan yang bagian-bagiannya secara logis berhubungan satu dengan yang lain.</p>
<p>Berpikir secara rasional berarti berpikir logis, sistematis, dan kritis berpikir logis adalah bukan hanya sekedar menggapai pengertian-pengertian yang dapat diterima oleh akal sehat, melainkan agar sanggup menarik kesimpulan dan mengambil keputusan yang tepat dan benar dari premis-premis yang digunakan.</p>
<p>Berpikir logis yang menuntut pemikiran yang sistematis. Pemikiran yang sistematis ialah rangkaian pemikiran yang berhubungan satu sama lain atau saling berkaitan secara logis.</p>
<p>Berfikir kritis berarti membakar kemampuan untuk terus menerus mengevaluasi argument-argumen yang mengklaim diri benar. Seorang yang berpikir kritis tidak akan mudah menggenggam suatu kebenaran sebelum kebenaran itu dipersoalkan dan benar-benar diuji terlebih dahulu. Berpikir logis, sistematis &#8211; kritis adalah ciri utama berfikir rasional.</p>
<p>6. Menyeluruh</p>
<p>Perenungan kefilsafatan berusaha menyusun suatu bagan konsepsional yang memadai untuk dunia tempat kita hidup maupun diri kita sendiri.[7] Suatu sistem filsafat harus bersifat komprehensif, dalam arti tidak ada sesuatu pun yang berada di luar jangkauannya jika tidak demikian, filsafat akan ditolak serta dikatakan berat sebelah dan tidak memadai.</p>
<p>Berfikir universal tidak berpikir khusus, terbatas pad bagian-bagian tertentu, namun mencakup secara keseluruhan. Berpikir filsafat harus dapat menyerap secara keseluruhan apa yang ada pada alam semesta, tidak terpotong-potong.</p>
<p>Pemikiran yang tidak hanya berdasarkan pada fakta yaitu tidak sampai kesimpulan khusus tetapi sampai pada kesimpulan yang paling umum[8]. Sampai kepada kesimpulan yang paling umum bagi seluruh umat manusia di manapun kapanpun dan dalam keadaan apapun.</p>
<p>B. Pembagian filsafat</p>
<p>Pada tahap awal kelahiran filsafat apa yang disebut filsafat itu sesungguhnya mencakup seluruh ilmu pengetahuan kemudian filsafat itu berkembang sedemikian rupa menjadi semakin rasional dan semakin luas dan bertambah banyak, tetapi juga semakin mengkhusus. Lalu lahirlah berbagai disiplin ilmu pengetahuan yang satu persatu mulai memisahkan diri dari filsafat.</p>
<p>Bidang-bidang studi filsafat juga disebut sebagai cabang-cabang filsafat pembagian bidang-bidang studi atau cabang-cabang filsafat, sejak kelahirannya hingga pada masa kini, tidak pernah sama kendati itu tidak berarti sama sekali berbeda. Jika disimak dengan cermat, sesungguhnya isi setiap cabang filsafat itu senantiasa memiliki kesamaan satu sama lain.</p>
<p>1. Aristoteles</p>
<p>Aristoteles membagi filsafat ke dalam tiga bidang studi sebagai berikut:</p>
<p>1. Filsafat Spekulatif atau Teoritis</p>
<p>Filsafat spekulatif atau teoritis bersifat objektif. Termasuk dalam bidang ini ialah fisika, metafisika, biopsikologi dan sebagainya. Tujuan utama filsafat spekulatif ialah pengetahuan demi pengetahuan itu sendiri.</p>
<p>2. Filsafat Praktika</p>
<p>Filsafat praktika memberi petunjuk dan pedoman bagi tingkah laku manusia yang baik dan sebagaimana mestinya. Termasuk dalam bidang ini ialah etika dan politik. Sasaran terpenting bagi filsafat praktika ialah membentuk sikap dan perilaku yang akan memampukan manusia untuk bertindak dalam terang pengetahuan itu.</p>
<p>3. Filsafat Produktif</p>
<p>Filsafat produktif ialah pengetahuan yang membimbing dan menuntun manusia menjadi produktif lewat suatu keterampilan khusus. Termasuk dalam bidang ini ialah kritik sastra, retorika dan estetika. Adapun sasaran utama yang hendak dicapai lewat filsafat ini ialah agar manusia sanggup menghasilkan sesuatu, baik secara teknis maupun secara puitis dalam terang pengetahuan yang benar.</p>
<p>2. Christian Wolff (1679-1754)</p>
<p>Christian seorang filsuf rasionalis Jerman pengikut Leibniz, membagi filsafat ke dalam cabang-cabang berikut:</p>
<p>1. Logika</p>
<p>2. Ontologi</p>
<p>3. Kosmologi</p>
<p>4. Psikologi</p>
<p>5. Teologi Naturalis</p>
<p>6. Etika</p>
<p>3. Will Durant</p>
<p>Dalam bukunya yang berjudul The Story of Philosophy yang diterbitkan sejak tahun 1926, mengemukakan lima bidang studi filsafat sebagai berikut:</p>
<p>1. Logika : Logika adalah studi tentang metode berpikir dan metode penelitian ideal yang terdiri dari observasi, introspeksi, deduksi dan induksi, hipotesis dan eksperimen, analisis dan sintesis, dan sebagainya.</p>
<p>2. Estetika : Estetika adalah studi tentang bentuk ideal dan keindahan. Estetika disebut juga sebagai filsafat seni.</p>
<p>3. Etika : Etika adalah studi tentang perilaku yang ideal.</p>
<p>4. Politika : Politika adalah studi tentang organisasi sosial yang ideal, yaitu monarki, aristokrasi, demokrasi, sosialisme, anarkisme, dan sebagainya.</p>
<p>5. Metafisika : Metafisika terdiri dari ontology, filsafat psikologi dan epistemologi.</p>
<p>4. Plato</p>
<p>Plato membedakan filsafat atas tiga bagian sebagai berikut:</p>
<p>1. Dialektika : Tentang idea-idea atau pengertian-pengertian umum.</p>
<p>2. Fisika : Tentang dunia materiil.</p>
<p>3. Etika : Tentang kebaikan.</p>
<p>5. Penulis ENSIE (Eerste Nederlands Systematich Ingeriche Encyclopedia)</p>
<p>Membagi filsafat ke dalam sepuluh cabang sebagai berikut:</p>
<p>1. Metafisika</p>
<p>2. Logika</p>
<p>3. Epistemologi</p>
<p>4. Filsafat ilmu</p>
<p>5. Filsafat Naturalis</p>
<p>6. Filsafat Kultural</p>
<p>7. Filsafat Sejarah</p>
<p>8. Estetika</p>
<p>9. Etika</p>
<p>10. Filsafat Manusia</p>
<p>6. The World University Encyclopedia</p>
<p>Membagi filsafat ke alam cabang-cabang sebagai berikut:</p>
<p>1. Sejarah filsafat</p>
<p>2. Metafisika</p>
<p>3. Epistemologi</p>
<p>4. Logika</p>
<p>5. Etika</p>
<p>6. Estetika</p>
<p style="text-align:center;">BAB III</p>
<p style="text-align:center;">KESIMPULAN</p>
<p>Dalam pembahasan untuk mencari apakah karakteristik atau ciri-ciri filsafat tersebut maka dapat disimpulkan bagaimanakah ciri-ciri filsafat. Berfikir filsafat mempunyai ciri-ciri yang telah dijelaskan dalam pembahasan tersebut yaitu: konsepsional koheren, memburuk kebenaran, radikal, rasional serta menyeluruh.</p>
<p>Keenam ciri-ciri tersebut saling berkaitan atau saling terkait dalam berfikir filsafat. Dan pada intinya berfikir filsafat adalah mengejar kejelasan berarti harus berjuang dengan gigih untuk mengeliminasi segala sesuatu yang tidak jelas, yang kabur, dan yang gelap, bahkan juga serta rahasia dan berupa teka-teki. Tanpa kejelasan, filsafat pun akan menjadi yang mistik, serba rahasia, kabur, gelap dan tak mungkin dapat menggapai kebenaran. Jelas terlihat bahwa berfilsafat sesungguhnya merupakan suatu perjuangan untuk mendapatkan suatu perjuangan untuk mendapatkan kejelasan pengertian dan kejelasan seluruh realitas. Perjuangan mencari kejelasan itu adalah satu sifat dasar filsafat.</p>
<p>Sedangkan pada pokok bahasan pembagian filsafat yang telah dijelaskan panjang lebar, dengan menjelaskan beberapa pembagian yang menurut beberapa tokoh filsafat terkenal, maka dapat disimpulkan atau istilah lain pembagian filsafat pada umumnya filsafat dibagi ke dalam enam bidang studi cabang utama yaitu: epistemology, metafisika yang dibagi lagi menjadi (ontology, kosmologi, teologi metafisik, antropologi), logika etika estetika dan filsafat tentang berbagai disiplin ilmu.</p>
<p>DAFTAR PUSTAKA</p>
<p>Kattsof , Louis O, pengantar filsafat, yogyakarta: tiara wacana 2004.</p>
<p>Salam, Burhanuddin, pengantar filsafat Jakarta: bumi aksara 1995.</p>
<p>Rapar, Jon hendrik, pengantar filsafat. yogyakarta: kanisius 1996,</p>
<p>[1] Louis O Kattsof, pengantar filsafat (yogyakarta: tiara wacana 2004) hlm. 7</p>
<p>[2] Louis O Kattsof, pengantar filsafat (yogyakarta: tiara wacana 2004) hlm. 8</p>
<p>[3] Drs. H. Burhanuddin salam, pengantar filsafat (Jakarta: bumi aksara 1995) hlm 60</p>
<p>[4] Dr. Jon hendrik rapar, pengantar filsafat. (yogyakarta: kanisius 1996) hlm . 22</p>
<p>[5] Dr. Jon hendrik rapar, pengantar filsafat. (yogyakarta: kanisius 1996) hlm 21</p>
<p>[6] Louis O Kattsof, pengantar filsafat (yogyakarta: tiara wacana 2004) hlm. 10</p>
<p>[7] Louis O Kattsof, pengantar filsafat (yogyakarta: tiara wacana 2004) hlm. 12</p>
<p>[8] Drs. H. Burhanuddin salam, pengantar filsafat (Jakarta: bumi aksara 1995) hlm 60<br />
Diposkan oleh an_nawawi di 05:15</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahsyar.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahsyar.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahsyar.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahsyar.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahsyar.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahsyar.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahsyar.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahsyar.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahsyar.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahsyar.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahsyar.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahsyar.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahsyar.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahsyar.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahsyar.wordpress.com&amp;blog=926159&amp;post=34&amp;subd=ahsyar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahsyar.wordpress.com/2010/09/01/karakteristik-filsafat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/916205503b992e6ea8b95afd37004042?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahsyar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membangun Silicon Valley Indonesia</title>
		<link>http://ahsyar.wordpress.com/2010/09/01/membangun-silicon-valley-indonesia/</link>
		<comments>http://ahsyar.wordpress.com/2010/09/01/membangun-silicon-valley-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 04:29:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahsyar</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://ahsyar.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang sebenarnya terjadi di Silicon Valley? Kenapa tempat tersebut bisa menjadi pusat inovasi teknologi tinggi dunia? Kenapa bisa tumbuh begitu banyak perusahaan-perusahaan teknologi kelas dunia dari lembah tersebut? Kesuksesan wilayah tersebut didorong oleh dua faktor utama. Yaitu: kreatifitas inovasi dan entrepreneurship. Lalu bisakah kita membangun modal seperti itu di Indonesia? Mari ditelisik satu per [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahsyar.wordpress.com&amp;blog=926159&amp;post=45&amp;subd=ahsyar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa yang sebenarnya terjadi di Silicon Valley? Kenapa tempat tersebut bisa menjadi pusat inovasi teknologi tinggi dunia? Kenapa bisa tumbuh begitu banyak perusahaan-perusahaan teknologi kelas dunia dari lembah tersebut? Kesuksesan wilayah tersebut didorong oleh dua faktor utama. Yaitu: kreatifitas inovasi dan entrepreneurship. Lalu bisakah kita membangun modal seperti itu di Indonesia? Mari ditelisik satu per satu.<span id="more-45"></span></p>
<p>Faktor pertama adalah kreatifitas dalam berinovasi. Di Lembah silikon tersebut terdapat sebuah universitas bernama Stanford University yang merupakan salah satu universitas terbesar didunia. Dari universitas tersebut banyak lahir perusahaan-perusahaan IT kelas dunia yang mampu merajai dunia IT. Mulai dari SUN Microsystem sampai dengan yang paling gress yaitu Google. Di Stanford, banyak sekali riset-riset yang merangsang inovasi teknologi tinggi. Kampus tersebut sangat produktif dalam menghasilkan produk-produk IT. Mahasiswa Stanford bisa dengan mudah menyalurkan berbagai ide inovatifnya untuk diimplementasikan secara nyata.</p>
<p>Faktor kedua adalah entreprenurship. Tanpa faktor ini, berbagai macam ide inovasi yang keluar dari elemen kampus tidak akan bisa berkembang. Tanpa faktor ini, semua kreasi tersebut hanya akan menjadi tumpukan laporan-laporan riset yang tidak terimplementasikan ke publik. Di lembah ini, terdapat begitu banyak capital venture dan angel investor yang berani mengeluarkan sejumlah besar uang uang untuk membiayai riset kreatif dari orang-orang di Stanford. Salah satu venture capital yang sangat terkenal adalah Sequoia Capital. Perusahaan ini merupakan perusahaan yang telah membidani tumbuh kembangnya perusahaan-perusahaan IT seperti Yahoo, Google, Apple dsb (list lebih lengkap disini). Para angel investor di silicon valley bersedia mengambil resiko bersama sang kreator inovasi. Mereka bersedia membukakan peluang yang sangat besar untuk orang-orang yang punya ide inovatif. Mereka akan terus membantu menggiring perusahaan didikannya supaya bisa maju melesat dengan cepat. Dengan dukungan dari para venture capital inilah, IT entrepreneur di Silicon Valley dapat berkembang dengan mudah. Para inventor yang selama ini berkutat dikampus bisa melangkah sedikit keluar wilayah kampus untuk mencari dana, mendapat dukungan dan mengimplementasikan idenya.</p>
<p>Jika kita membandingkan kondisi tersebut dengan kondisi Indonesia, maka kita bisa menganalisis bagaimana sebenarnya langkah yang tepat untuk membuat model silicon valley di Indonesia. Menurut saya, di Indonesia, faktor pertama yaitu kreatifitas inovasi sebenarnya sudah dimiliki. Saya sangat yakin bahwa sebenarnya SDM IT di Indonesia itu mempunyai kualitas yang sangat tinggi (coba baca ini: harry.sufehmi.com – hacker Indonesia). Namun sayangnya, potensi besar dari SDM IT di Indonesia itu tidak terberdayakan sehingga banyak SDM IT Indonesia yang salah jalur. Ada yang memanfaatkan kepintarannya melalui jalur hitam (cracking, fraud dsb) dan ada juga yang akhirnya lebih tertarik untuk bekerja keluar negeri dan menyerahkan kecerdasan yang dimilikinya untuk perusahaan-perusahaan IT yang sudah besar seperti Microsoft, Oracle, Sun dsb. Hacker-hacker di Indonesia bisa dibilang termasuk hacker berkualitas. Disamping itu, banyak pula orang Indonesia yang bekerja di Silicon Valley. Belum lagi kalau saya melihat kondisi di kampus saya, fasilkom UI. Beberapa waktu yang lalu, mahasiswa tingkat pertama di kampus saya diberi tugas mata kuliah DPBO (Dasar Pemrograman berorientasi objek) untuk membuat game. Mereka diberi kebebasan untuk membuat game apapun. Dan hasilnya terlihat sangat mengesankan. Hasil tugas mereka bisa dibilang outstanding. Itu membuktikan bahwa sebenarnya mereka memiliki potensi yang sangat besar. Mereka memiliki kemampuan yang sangat tinggi. Asal potensi tersebut bisa diarahkan dengan baik, maka saya yakin IT di Indonesia dapat berkembang dengan sangat pesat.</p>
<p>Lalu bagaimana dengan kondisi entrepreneurship di Indonesia. Inilah yang saya lihat masih kurang berkembang. Sulit sekali bagi mereka yang punya ide inovatif untuk mendapatkan dana untuk risetnya. Kalaupun riset sudah dilakukan dan sudah ada hasil outputnya, biasanya tetap hanya berkutat dikampus. Hasil-hasil riset tersebut terpendam dan tak bisa berkembang karena tidak adanya pihak yang bersedia memberdayakan hasil riset tersebut untuk diimplementasikan di khalayak publik. Contoh konkrit dari kondisi ini adalah hasil riset lab JST (Jaringan Saraf Tiruan) di kampus saya. Yang saya tahu, lab riset tersebut sangat produktif, menghasilkan banyak produk-produk teknologi tinggi. Lab tersebut merupakan salah satu rujukan seluruh dunia untuk masalah neural network. Namun sayangnya hasil riset tersebut selama ini masih hanya berkutat dalam lingkup kampus. Seandainya ada pihak yang mau mendanai implementasi massifnya, pasti hasil riset tersebut akan lebih terasa manfaatnya.</p>
<p>Upaya untuk membangun model silicon valley di Indonesia sebenarnya sudah banyak, contohnya adalah: Bandung High Tech Valley, Bogor Cybertech Valley, Multimedia Infocom Resource di Yogyakarta dan Malang Information Techno Farm. Diantara 4 konsentrasi tersebut, mungkin yang paling serius digarap adalah BHTV (bandung High Tech Valley) yang digawangi oleh mas Budi Rahadjo. Mas Budi berpikir bahwa Bandung merupakan tempat paling kondusif untuk membangun model Silicon Valley Indonesia. Beliau berpikir seperti itu karena di Bandung sudah ada institusi riset seperti ITB, Unpad dsb yang diharapkan mampu menghasilkan inovasi-inovasi kreatif layaknya Stanford University di Silicon Valley. Namun, saat ini proyek BHTV tersebut belum dapat berkembang karena kurangnya faktor yang kedua, faktor entrepreneurship. Kita masih sulit untuk menemukan capital venture yang mau membimbing para inovator dari kampus supaya produk inovatifnya dapat berkembang. Kita masih sulit menemukan angel investor yang berani mengambil resiko tinggi untuk membiayai ide yang belum tentu bisa sukses.</p>
<p>Faktor Entrepreneurship inilah yang harus kita dorong terus. Saya bersama teman-teman dari MaestroMuda juga sedang dan akan terus berusaha untuk menumbuhsuburkan iklim entrepreneurship di Indonesia. Semoga Indonesia bisa makin maju kedepannya.</p>
<p>from: http://mustafakamal.biz</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahsyar.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahsyar.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahsyar.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahsyar.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahsyar.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahsyar.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahsyar.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahsyar.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahsyar.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahsyar.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahsyar.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahsyar.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahsyar.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahsyar.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahsyar.wordpress.com&amp;blog=926159&amp;post=45&amp;subd=ahsyar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahsyar.wordpress.com/2010/09/01/membangun-silicon-valley-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/916205503b992e6ea8b95afd37004042?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahsyar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ISLAM KTP</title>
		<link>http://ahsyar.wordpress.com/2009/09/09/islam-ktp/</link>
		<comments>http://ahsyar.wordpress.com/2009/09/09/islam-ktp/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2009 09:34:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahsyar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Social notes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahsyar.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia dengan titel negara muslim terbesar di dunia rasanya harus dikaji ulang. Melihat pada kenyataannya keislaman sebagian warga muslim di Indonesia patut dipertanyakan. Banyak warga yang mengaku islam tapi perbuatannya tidak mencerminkan seoran muslim. Sehingga muncullah istilah Islam KTP. Keadaan tersebut merupakan masalah bagi umat muslim. Titel Islam KTP harus dihapus demi menjaga martabat umat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahsyar.wordpress.com&amp;blog=926159&amp;post=31&amp;subd=ahsyar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Indonesia dengan titel negara muslim terbesar di dunia rasanya harus dikaji ulang. Melihat pada kenyataannya keislaman sebagian warga muslim di Indonesia patut dipertanyakan. Banyak warga yang mengaku islam tapi perbuatannya tidak mencerminkan seoran muslim. Sehingga muncullah istilah Islam KTP. Keadaan tersebut merupakan masalah bagi umat muslim. Titel Islam KTP harus dihapus demi menjaga martabat umat islam yang taat beribadah.<br />
Sebenarnya Islam KTP bisa digolongkan menjadi dua, yaitu mereka yang islam sejak lahir dan yang mengaku islam karena terpaksa untuk kepentingan tertentu. Keduanya sama-sama tidak mentaati ajaran islam. Dalam makalah ini saya lebih menekankan pada golongan kesatu, yaitu Islam KTP yang memang sejak lahir sudah islam.<span id="more-31"></span><br />
Penulisan makalah ini bertujuan untuk mengangkat isu islam KTP ini agar menjadi perhatian umat islam. Diharapkan adanya tindakan untuk menanggulanginya sehingga tidak ada lagi istilah islam KTP. Harapannya setiap orang yang identitasnya Islam, perilakunya menunjukkan seorang muslim. Semoga bisa terwujud.</p>
<p>“Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (QS. Al Hujurat : 10)</p>
<p>“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di Jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh” (QS. Ash Shaff : 4)</p>
<p>ISLAM KTP MENJADI BUDAYA<br />
Di indonesia secara sosiologis, ummat Islam mencapai prosentase lebih dari 80%. Sayangnya prosentase tersebut belum menggambarkan keragaman tingkat apresiasi, pemahaman dan penghayatan terhadap ajaran islam yang bersumber pada Al-Qur’an dan Hadits. Sehingga muncullah golongan orang-orang islam (rata-rata islam sejak lahir) yang jarang beribadah bahkan sering melakukan maksiat. Maka muncullah istilah Islam KTP yang mewakili golongan tersebut. Tanda keislaman mereka cuma tertera di KTPnya.<br />
Terbentuknya Islam KTP dimulai dari lingkungan keluarga. Kehidupan dalam keluarga yang menjauhi agama terdiri dari orang-orang yang terkesan phobia dengan agama. Satu sama lain sebisa mungkin tidak membahas agama. Kebagagiaan mereka didapat dari hal-hal duniawi semata.<br />
Saat ini yang paling berpengaruh dalam pembentukan islam KTP adalah media massa. Perputaran informasi yang mengglobal, menjadikan manusia berada dalam transparansi yang nyata. Masyarakat dunia saat ini cenderung terbuka dan menghargai keterbukaan. Secara alami mereka akan semakin kritis dan dengan perkembangan yang ada. Meski demikian, informasi global juga melakukan pembodohan pada sebagian anggota umat dengan terbentuknya cara pandang mengikuti kehendak orang lain.dengan kata lain, globalisasi informasi merupakan wahana penjajahan persepsi bagi sebagian anggota masyarakat.<br />
Islam KTP sebagai penyakit umat menjadi sulit terjamah karena tidak adanya rasa saling peduli terhadap kehidupan agama masing-masing orang. Agama dianggap urusan masing-masing yang harus disikapi dengan pasif. Sehingga islam KTP semakin mewabah dan menjadi budaya.</p>
<p>KEWAJIBAN UMAT MUSLIM<br />
Sebagai umat islam, kita hendaknya saling menjaga perilaku satu dan lainnya. Ketika ada saudara kita yang menyimpang dari islam, maka kita merasa punya tanggung jawab untu meluruskannya.<br />
Sudah saatnya umat islam mewujudkan peradabannya. Kehidupan yang harmonis, makmur, aman dan tentram harus segera di wujudkan. Disini islam harus jadi pondasi sehingga muncullah peradaban islam di zaman modern ini. Islam KTP merupakan salah satu masalah yang menghambat cita-cita tersebut.</p>
<p>PEMBERANTASAN ISLAM KTP<br />
Islam KTP adalah permasalahan umat yang menghambat terwujudnya peradaban islam. Umat islam harus mampu membangun satu bentuk perjuangan yang cerdas dan ikhlas. Secara internal, para pejuang islam dituntut memiliki kemampuan keilmuan yang tinggi dan hati yang ikhlas. Secara eksternal, tiga tantangan yang pernah disebutkan M. Natsir, yakni pemurtadan, sekularisasi, dan nativisasi wajib direspon dengan cerdas dan sungguh-sungguh oleh umat islam<br />
Contoh tindakan kongkretnya adalah menghidupkan kegiatan keagamaan. Orang yang mengikuti kegiatan keagamaan, sangat mungkin tergerak hatinya untuk lebih peduli akan pentingnya ibadah sebagai bekal di akhirat. Diharapkan dengan ini sebagian besar islam KTP aktif didalamnya, sehingga identitas mereka lenyap dan benar-benar menjadi muslim yang taat. Kegiatan ini tentu harus rutin sehingga nantinya dapat menjadi pusat-pusat kajian islam yang siap menampung islam KTP lainnya.<br />
Selain itu faktor Pendidikan berperan penting untuk membasmi budaya islam KTP. Penanaman nilai-nilai agama sejak dini sangat diperlukan. Ibaratnya mereka punya filter terhadap pengaruh sosial yang semakin mudah merasuk dan mengubah cara pandang manusia.<br />
Sebenarnya sesuatu yang sangat berpotensi adalah sosok Guru Ngaji . Melihat kedekatan Guru Ngaji dengan masyarakat, potensi secara inheren telah melekat padi diri Guru Ngaji. Potensi tersebut antara lain</p>
<p>1.	Guru Ngaji merupakan peletak dasar pemahaman tentang nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an. Selama ini Guru Ngaji telah teruji menjadi ujung tombak dalam mengajarkan tradisi baca tulis Al-Qur’an sebagai pintu bagi generasi penerus Islam dalam memahami Al-Qur’an.<br />
2.	Guru Ngaji hadir ditengah kompetisi peradaban bangsa atas dasar komitmen spiritual, bukan oleh dukungan material. Komitmen spiritual ini telah lama tumbuh secara alami<br />
3.	Guru Ngaji telah teruji dalam rentang panjang perjalanan peradaban Indonesia sebagai pengarah, pembentuk sekaligus penjaga kepribadian bangsa.<br />
4.	Guru Ngaji relatif mampu bertahan untuk senantiasa komitmen terhadap nilai-nilai ajaran Al-Qur’an ditengah-tengah derasnya arus perubahan.</p>
<p>Potensi-potensi   tersebut sangat kuat pengaruhnya untuk menyadarkan para penganut islam KTP, menjadi muslim yang taat. Sayangnya sumbangsih Guru Ngaji  belum mendapat perhatian serius dari pemerintah.<br />
Potensi ini harus segera digarap oleh umat islam, dalam hal ini ada tiga komponen bangsa yang apabila terkoordinasi dengan baik maka peradaban islam melalui reformasi kultural dapat terwujud, termasuk pemberantasan islam KTP. Tiga komponen tersebut adalah negara sebagai pembuat kebijakan negara, cendekiawan muslim dan Guru ngaji. Yang terjadi selama ini masing-masing bekerja dengan cara berfikir dan persepsinya sendiri dalam mewujudkan masyarakat madani. Padahal selain memiliki kelebihan, masing-masing komponen memiliki kekurangan dan harus ditutup dengan komponen lain.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahsyar.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahsyar.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahsyar.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahsyar.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahsyar.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahsyar.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahsyar.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahsyar.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahsyar.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahsyar.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahsyar.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahsyar.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahsyar.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahsyar.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahsyar.wordpress.com&amp;blog=926159&amp;post=31&amp;subd=ahsyar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahsyar.wordpress.com/2009/09/09/islam-ktp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/916205503b992e6ea8b95afd37004042?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahsyar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Goes to Blitar</title>
		<link>http://ahsyar.wordpress.com/2009/05/26/goes-to-blitar/</link>
		<comments>http://ahsyar.wordpress.com/2009/05/26/goes-to-blitar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 May 2009 14:01:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahsyar</dc:creator>
				<category><![CDATA[My life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahsyar.wordpress.com/2009/05/26/goes-to-blitar/</guid>
		<description><![CDATA[Pengalaman pertama tugas luar kota adalah Blitar. Kota asal The First RI1. dalam benakku adalah sebuah tanggung jawab besar dalam tugas ini. Semua harus berjalan lancar. tak boleh ada keluhan dari pihak klien. Hingga tugaspun dimulai. Dan Alkhamdulillah banyak yang membantuku menyiapkan kelas untuk ujian. setelah semuanya siap ujianpun dimulai. menit demi menit berjalan lancar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahsyar.wordpress.com&amp;blog=926159&amp;post=27&amp;subd=ahsyar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengalaman pertama tugas luar kota adalah Blitar. Kota asal The First RI1. dalam benakku adalah sebuah tanggung jawab besar dalam tugas ini. Semua harus berjalan lancar. tak boleh ada keluhan dari pihak klien. Hingga tugaspun dimulai. Dan Alkhamdulillah banyak yang membantuku menyiapkan kelas untuk ujian. setelah semuanya siap ujianpun dimulai. menit demi menit berjalan lancar hingga 1 kelas selesai. di tengah ujian ada beberapa masalah kecil, namun bisa teratasi. Tanpa terasa tugas untuk hari pertama selesai dan saya beserta tim kembali ke hotel untuk istirahat dan persiapan tugas hari ke dua. Semoga besok tetap lancar . Amin&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahsyar.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahsyar.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahsyar.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahsyar.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahsyar.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahsyar.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahsyar.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahsyar.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahsyar.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahsyar.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahsyar.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahsyar.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahsyar.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahsyar.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahsyar.wordpress.com&amp;blog=926159&amp;post=27&amp;subd=ahsyar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahsyar.wordpress.com/2009/05/26/goes-to-blitar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/916205503b992e6ea8b95afd37004042?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahsyar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>My Project Work</title>
		<link>http://ahsyar.wordpress.com/2008/03/15/my-project-work/</link>
		<comments>http://ahsyar.wordpress.com/2008/03/15/my-project-work/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Mar 2008 08:04:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahsyar</dc:creator>
				<category><![CDATA[My life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahsyar.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini aku mengikuti ujian Project Work, Aku bersyukur dapat menyelesaikannya dengan baik. Sebenarnya aku kecewa karena tidak dapat meneruskan tugas pertamaku yaitu membangun VoIP server. Namun yang penting adalah aku telah menyelesaikan ujian ini dan mudah-mudahan mencapai hasil yang maksimal<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahsyar.wordpress.com&amp;blog=926159&amp;post=15&amp;subd=ahsyar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini aku mengikuti ujian Project Work, Aku bersyukur dapat menyelesaikannya dengan baik. Sebenarnya aku kecewa karena tidak dapat meneruskan tugas pertamaku yaitu membangun VoIP server.</p>
<p>Namun yang penting adalah aku telah menyelesaikan ujian ini dan mudah-mudahan mencapai hasil yang maksimal</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ahsyar.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ahsyar.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahsyar.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahsyar.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahsyar.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahsyar.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahsyar.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahsyar.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahsyar.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahsyar.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahsyar.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahsyar.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahsyar.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahsyar.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahsyar.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahsyar.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahsyar.wordpress.com&amp;blog=926159&amp;post=15&amp;subd=ahsyar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahsyar.wordpress.com/2008/03/15/my-project-work/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/916205503b992e6ea8b95afd37004042?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahsyar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mikrotik DHCP Server</title>
		<link>http://ahsyar.wordpress.com/2007/12/03/mikrotik-dhcp-server/</link>
		<comments>http://ahsyar.wordpress.com/2007/12/03/mikrotik-dhcp-server/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Dec 2007 13:23:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahsyar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Computer Networking]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahsyar.wordpress.com/2007/12/03/mikrotik-dhcp-server/</guid>
		<description><![CDATA[Untuk membuat DHCP Server diperlukan langkah-langkah sebagai berikut : 1. Membuat address pool dan menentukan IP Range 2. Mengaktifkan DHCP server. Sedangkan untuk membuat Internet Gateway Server, inti langkahnya adalah melakukan masquerading yang akan melewatkan paket-paket data ke user. Berikut ini adalah gambaran dari network dan servernya : 1. Mikrotik di install pada CPU dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahsyar.wordpress.com&amp;blog=926159&amp;post=7&amp;subd=ahsyar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 class="post-title entry-title"><strong><span style="font-weight:normal;font-size:85%;">Untuk membuat DHCP Server diperlukan langkah-langkah sebagai berikut :</span><br />
<span style="font-size:85%;"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></strong></h3>
<h3 class="post-title entry-title"><span style="font-size:85%;"><span style="font-size:x-small;">1. Membuat address pool dan menentukan IP Range<br />
2. Mengaktifkan DHCP server.<br />
Sedangkan untuk membuat Internet Gateway Server, inti langkahnya adalah melakukan masquerading yang akan melewatkan paket-paket data ke user.</span></span></h3>
<p style="font-family:arial;"><span style="font-size:85%;"><span style="font-size:x-small;"><strong>Berikut ini adalah gambaran dari network dan servernya :<span id="more-7"></span></strong></span></span></p>
<p style="font-family:arial;"><span style="font-size:85%;"><span style="font-size:x-small;"><strong>1. Mikrotik di install pada CPU dengan 2 ethernet card, 1 interface utk koneksi ke internet, 1 interface utk konek ke lokal.</strong></span></span></p>
<p style="font-family:arial;"><span style="font-size:85%;"><span style="font-size:x-small;"><strong>2. IP address :<br />
- gateway (mis: ADSL modem) : 192.168.100.100<br />
- DNS : 192.168.100.110<br />
- interface utk internet : 192.168.100.1<br />
- interface utk lokal : 192.168.0.1</strong></span></span></p>
<p style="font-family:arial;"><span style="font-size:85%;"><span style="font-size:x-small;"><strong>Untuk memulainya, kita lihat interface yang ada pada Mikrotik Router</strong></span></span></p>
<p style="font-family:arial;"><span style="font-size:85%;"><span style="font-size:x-small;"><strong><span style="font-size:100%;">[admin@Mikrotik] &gt; interface print</span><br />
</strong></span><em><span style="font-size:x-small;"><strong>Flags: X &#8211; disabled, D &#8211; dynamic, R &#8211; running<br />
# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU<br />
0 R ether1 ether 0 0 1500<br />
1 R ether2 ether 0 0 1500</strong></span></em></span></p>
<p style="font-family:arial;"><span style="font-size:85%;"><span style="font-size:100%;"><span style="font-size:x-small;"><strong>[admin@Mikrotik] &gt;</strong></span></span></span></p>
<p style="font-family:arial;"><span style="font-size:85%;"><span style="font-size:x-small;"><strong>kemudian set IP address pada interface Mikrotik. Misalkan ether1 akan kita gunakan untuk koneksi ke Internet dengan IP 192.168.100.1 dan ether2 akan kita gunakan untuk network local kita dengan IP 192.168.0.1</strong></span></span></p>
<p style="font-family:arial;"><span style="font-size:85%;"><span style="font-size:100%;"><span style="font-size:x-small;"><strong>[admin@mikrotik] &gt; ip address add address=192.168.100.1 netmask=255.255.255.0 interface=ether1</strong></span></span></span></p>
<p style="font-family:arial;"><span style="font-size:85%;"><span style="font-size:100%;"><span style="font-size:x-small;"><strong>[admin@mikrotik] &gt; ip address add address=192.168.0.1 netmask=255.255.255.0 interface=ether2</strong></span></span></span></p>
<p style="font-family:arial;"><span style="font-size:85%;"><span style="font-size:x-small;"><strong><span style="font-size:100%;">[admin@mikrotik] &gt;ip address print</span><br />
</strong></span><span style="font-size:x-small;"><strong><em>Flags: X &#8211; disabled, I &#8211; invalid, D &#8211; dynamic<br />
# ADDRESS NETWORK BROADCAST INTERFACE<br />
0 192.168.100.1/24 192.168.100.0 192.168.100.255 ether1<br />
1 192.168.0.1/24 192.168.0.0 192.168.0.255 ether2<br />
</em><span style="font-size:100%;">[admin@mikrotik] &gt;</span></strong></span></span></p>
<p style="font-family:arial;"><span style="font-size:85%;"><span style="font-size:x-small;"><strong>Setelah selesai Barulah kita bisa melakukan setup DHCP server pada Mikrotik.</strong></span></span></p>
<p style="font-family:arial;"><span style="font-size:85%;"><span style="font-size:x-small;"><strong>1. Membuat address pool </strong></span></span></p>
<p style="font-family:arial;"><span style="font-size:85%;"><span style="font-size:x-small;"><strong><span style="font-size:100%;">/ip pool add name=dhcp-pool ranges=192.168.0.2-192.168.0.100<br />
/ip dhcp-server network add address=192.168.0.0/24 gateway=192.168.0.1</span><br />
2. Tentukan interface yang dipergunakan dan aktifkan DHCP Server.</strong></span></span></p>
<p style="font-family:arial;"><span style="font-size:85%;"><span style="font-size:100%;"><span style="font-size:x-small;"><strong>/ip dhcp-server add interface=ether2 address-pool=dhcp-pool enable 0</strong></span></span></span></p>
<p style="font-family:arial;"><span style="font-size:85%;"><span style="font-size:x-small;"><strong><span style="font-size:100%;">[admin@mikrotik] &gt; ip dhcp-server print</span><br />
</strong></span><span style="font-size:x-small;"><strong><em>Flags: X &#8211; disabled, I &#8211; invalid<br />
# NAME INTERFACE RELAY ADDRESS-POOL LEASE-TIME ADD-ARP<br />
0 dhcp1 ether2</em><br />
sampai tahap ini, DHCP server telah selesai untuk dipergunakan dan sudah bisa di test dari user.</strong></span></span></p>
<p style="font-family:arial;"><span style="font-size:85%;"><span style="font-size:x-small;"><strong>Langkah Selanjutnya adalah membuat internet gateway, Misalnya IP ADSL Modem sebagai gateway untuk koneksi internet adalah 192.168.100.100 dan DNS Servernya 192.168.100.110, maka lakukan setting default gateway dengan perintah berikut :</strong></span></span></p>
<p style="font-family:arial;"><span style="font-size:85%;"><span style="font-size:100%;"><span style="font-size:x-small;"><strong>[admin@mikrotik] &gt; /ip route add gateway=192.168.100.100</strong></span></span></span></p>
<p style="font-family:arial;"><span style="font-size:85%;"><span style="font-size:x-small;"><strong>3. Melihat Tabel routing pada Mikrotik Routers</strong></span></span></p>
<p style="font-family:arial;"><span style="font-size:85%;"><span style="font-size:100%;"><span style="font-size:x-small;"><strong>[admin@mikrotik] &gt; ip route print</strong></span></span></span></p>
<p style="font-family:arial;"><span style="font-size:85%;"><span style="font-size:x-small;"><strong><em>Flags: X &#8211; disabled, A &#8211; active, D &#8211; dynamic,<br />
C &#8211; connect, S &#8211; static, r &#8211; rip, b &#8211; bgp, o &#8211; ospf<br />
# DST-ADDRESS PREFSRC G GATEWAY DISTANCE INTERFACE<br />
0 ADC 192.168.0.0/24 192.168.0.1 ether2<br />
1 ADC 192.168.100.0/24 192.168.100.1 ether1<br />
2 A S 0.0.0.0/0 r 192.168.100.100 ether1<br />
</em><span style="font-size:100%;">[admin@mikrotik] &gt;</span></strong></span></span></p>
<p style="font-family:arial;"><span style="font-size:85%;"><span style="font-size:x-small;"><strong>Lanjutkan dengan Setup DNS</strong></span></span></p>
<p style="font-family:arial;"><span style="font-size:85%;"><span style="font-size:100%;"><span style="font-size:x-small;"><strong>[admin@mikrotik] &gt; ip dns set primary-dns=192.168.100.110 allow-remoterequests=no</strong></span></span></span></p>
<p style="font-family:arial;"><span style="font-size:85%;"><span style="font-size:x-small;"><strong>[admin@mikrotik] &gt; ip dns print<br />
</strong></span><span style="font-size:x-small;"><strong><em>primary-dns: 192.168.100.110<br />
secondary-dns: 0.0.0.0<br />
allow-remote-requests: no<br />
cache-size: 2048KiB<br />
cache-max-ttl: 1w<br />
cache-used: 16KiB</em><br />
<span style="font-size:100%;">[admin@mikrotik] &gt;</span></strong></span></span></p>
<p style="font-family:arial;"><span style="font-size:85%;"><span style="font-size:x-small;"><strong>4. Tes untuk akses domain, misalnya dengan ping nama domain</strong></span></span></p>
<p style="font-family:arial;"><span style="font-size:85%;"><span style="font-size:100%;"><span style="font-size:x-small;"><strong>[admin@mikrotik] &gt; ping yahoo.com</strong></span></span></span></p>
<p style="font-family:arial;"><span style="font-size:85%;"><em><span style="font-size:x-small;"><strong>216.109.112.135 64 byte ping: ttl=48 time=250 ms<br />
10 packets transmitted, 10 packets received, 0% packet loss<br />
round-trip min/avg/max = 571/571.0/571 ms</strong></span></em></span></p>
<p style="font-family:arial;"><span style="font-size:85%;"><span style="font-size:100%;"><span style="font-size:x-small;"><strong>[admin@mikrotik] &gt;</strong></span></span></span></p>
<p style="font-family:arial;"><span style="font-size:85%;"><span style="font-size:x-small;"><strong>Jika sudah berhasil reply berarti seting DNS sudah benar.</strong></span></span></p>
<p style="font-family:arial;"><span style="font-size:85%;"><span style="font-size:x-small;"><strong>5. Setup Masquerading, ini adalah langkah utama untuk menjadikan Mikrotik sebagai gateway server</strong></span></span></p>
<p style="font-family:arial;"><span style="font-size:85%;"><span style="font-size:x-small;"><strong><span style="font-size:100%;">[admin@mikrotik] &gt; ip firewall nat add action=masquerade outinterface=ether1</span><em>chain: srcnat</em></strong></span></span></p>
<p style="font-family:arial;"><span style="font-size:85%;"><span style="font-size:100%;"><span style="font-size:x-small;"><strong>[admin@mikrotik] &gt;</strong></span></span></span></p>
<p style="font-family:arial;"><span style="font-size:85%;"><span style="font-size:x-small;"><strong>[admin@mikrotik] ip firewall nat print<br />
</strong></span><span style="font-size:x-small;"><strong><em>Flags: X &#8211; disabled, I &#8211; invalid, D &#8211; dynamic<br />
0 chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade<br />
[admin@mikrotik] &gt;</em><br />
Selesai, tinggal test koneksi dari user. seharusnya dengan cara ini user sudah bisa terhubung ke internet.</strong></span></span></p>
<p><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:arial;"><span style="font-size:x-small;"><strong>Cara ini memang cara yang paling mudah untuk membuat user dapat terhubung ke internet, namun tingkat keamanannya masih rendah dan diperlukan pengaturan firewall.</strong></span></span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ahsyar.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ahsyar.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahsyar.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahsyar.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahsyar.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahsyar.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahsyar.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahsyar.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahsyar.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahsyar.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahsyar.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahsyar.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahsyar.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahsyar.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahsyar.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahsyar.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahsyar.wordpress.com&amp;blog=926159&amp;post=7&amp;subd=ahsyar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahsyar.wordpress.com/2007/12/03/mikrotik-dhcp-server/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/916205503b992e6ea8b95afd37004042?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahsyar</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
